• Nasional

CEO Sinovac Buka Suara Usai Jokowi Disuntik Vaksin: Efektif dan Aman Digunakan

Asrul | Rabu, 13/01/2021 18:41 WIB
CEO Sinovac Buka Suara Usai Jokowi Disuntik Vaksin: Efektif dan Aman Digunakan Vaksin Covid-19 Sinovac (Foto: ABC)

Beijing, Beritakaltara.com - CEO Sinovac Biotech, Yin Weidong memastikan bahwa vaksin buatan Sinovac, CoronaVac yang berisi virus Covid-19 yang dilemahkan, efektif dan aman digunakan.

Pernyataan itu disampaikan usai Presiden RI Joko Widodo disuntik vaksin Sinovac pada Rabu (13/1), sekaligus sebagai orang pertama yang mendapatkan vaksin tersebut di Indonesia.

Pernyataan ini juga menanggapi pertanyaan beberapa media asing tentang kemanjuran dan keamanan vaksin, setelah Sinovac sehari sebelumnya merilis data yang menunjukkan vaksin tersebut memiliki efikasi 50,4 persen dalam uji coba tahap akhir di Brasil.

"Sinovac memiliki kapasitas produksi 500 juta dosis per tahun dan lulus tinjauan kualitas di lima negara termasuk Brasil dan Turki," kata Yin dalam konferensi pers di China dikutip dari Global Times.

"Perusahaan telah mengirimkan lebih dari tujuh juta dosis vaksin di China daratan, dan mengajukan dokumen registrasi di Hong Kong untuk memasok total satu juta dosis di sana. Perusahaan farmasi akan mengirimkan vaksin tersebut tepat waktu," lanjut dia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian juga memberikan komentar tentang kemanjuran vaksin Sinovac, dalam konferensi pers reguler hari ini.

"China selalu mementingkan keamanan dan efektivitas vaksin, dan pengembang vaksin China mendorong penelitian dan pengembangan vaksin sesuai ketat dengan aturan dan persyaratan ilmiah dan secara aktif melakukan kerja sama internasional di lapangan," tegas Zhao.

Diketahui, China telah memberikan lebih dari 10 juta dosis vaksin Covid-19 sejauh ini, dan inokulasi terus berlanjut dengan lancar, menurut keterangan Wang Bin, seorang pejabat dari Komisi Kesehatan China.

China juga akan memperluas program vaksinasi ke lebih banyak kelompok, termasuk orang yang berusia lebih dari 60 tahun, dengan data uji klinis yang lebih lengkap, perubahan kebijakan pengendalian epidemi, dan peningkatan pasokan vaksin.

FOLLOW US